CIAMIS & BANJAR
TARIF KTP KOLEKTIF MENCAPAI ANGKA RP 75 RIBU
Redaksi(cms)
Tarif pembuatan KTP ( Kartu Tanda Penduduk) secara kolektif dibeberapa bagian wilayah kabupaten Ciamis mengalami kenaikan yang sangat tidak manusiawi. Harga yang dikenakan berkisar Rp 45.000,- sampai Rp 75.000 setiap pemohonnya.
Hal ini sangatlah berbeda dengan keterangan kepala kantor catatan Sipil kabupaten Ciamis yang dilansir oleh media harian, Siti mengungkapkan bahwa pembuatan KTP secara kolektif dapat meminimalisir pengeluaran selama ini. Namun kenyataannya masyarakat malah terbebani oleh biaya kolektif tersebut.
Seperti yang terjadi di desa Sukamulya kecamatan Cihaurbeuti, Ny Uum untuk memperpanjang KTP beliau harus merogoh koceknya sebesar Rp 75.000,- . Pihak desa berdalih penerapan harga tersebut untuk mengganti biaya transportasi ke kantor dinas.
Gambaran diatas bukan hanya terjadi kepada Ny. Uum tapi masih banyak warga masyarakat lainnya mengutarakan permasalahan yang sama.
Untuk itu pemerintah daerah kabupaten Ciamis harus segera mengambil sikap guna mengatasi permasalahan ini. Mengingat program ini dapat dimanfaatkan oleh pihak ketiga untuk memperkaya diri.(GS)
PELAYANAN SIM DI POLRES KAB. CIAMIS BEBAS PUNGLI
Redaksi(cms)
Untuk meningkatkan dan menciptakan brand image kepada masyarakat khususnya dalam hal pelayanan SIM, Polres Kab. Ciamis menerapkan konsep transparansi.
Pola ini dilakukan sesuai dengan semboyannya “mengayomi masyarakat”. Ketika masyarakat memasuki loket pelayanan SIM, terlihat jelas tariff untuk pembuatan baru maupun perpanjangan. Jadi tawar menawar juga tidak terjadi karena masyarakat sudah mengetahuinya.
Selanjutnya untuk sidik jari maupun yang berhubungan dengan pembuatan SIM, disetiap pintu masuk terlihat jelas tulisan “ tidak dipungut biaya”. Sehingga masyarakat juga yang tadinya segan untuk berhubungan dengan aparat penegak hukum ini menjadi simpati.
Pelayanan SIM di Polres Kabupaten Ciamis ini patut dijadikan contoh untuk seluruh Polres yang ada di Jawa Barat khususnya wilayah Priangan Timur. (GS)
24 PERSONIL TAMBAHAN TRANTIBUM SATPOL PP
Redaksi(bjr) - 24 personil tambahan mengisi Satuan Polisi Pamong Praja ( Satpol PP ) Kota Banjar. Hal ini nantinya bakal diterjunkan ke desa guna pengamanan Pilkada Kota Banjar yang akan digelar beberapa saat lagi.
Pada hari Senin (14/4) lalu, personil tambahan ini dilatih dasar-dasar pengamanan dari mulai teknik pengendalian massa sampai evakuasi.
Menurut Supendi penambahan personel itu didasari pada pengalaman pilgub lalu yang kekurangan personil terutama untuk koordinator trantibum ke tingkat desa. Nantinya mereka akan dibawah komando Koordinator tingkat kecamatan.
“Jadi rekrutmen anggota baru ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan trantibum hingga ke tingkat desa, nantinya akan diperbantukan dalam pengamanan pilkada Kota Banjar bersama dengan aparat lainnya. Pol PP hanya diperbantukan saja, sesuai dengan tupoksinya sebagai trantibum,” kata Supendi.(WN)
DPD KNPI PERINGATI HARI KARTINI
Redaksi(bjr)
Peringatan hari Kartini DPD KNPI Kota Banjar menyelenggarakan kejuaraan bola voli dengan tema “Ibu-ibu Ceria”. Perlombaan ini diikuti oleh 24 tim putri dari seluruh kawasan kota Banjar dan bertempat di Doboku Ligar.
Kejuaraan yang diselenggarakan selama dua hari dimulai 22 April dan dibuka oleh Walikota Banjar dr H Herman Sutrisno MM.
Menurut Ketua KNPI Drs Dadang Ramadhan Kalyubi pertandingan ini sengaja digelar untuk memeriahkan puncak peringatan hari kartini. “Ibu-ibu ternyata mampu berkreasi dibidang olah raga, buktinya hampir semua desa turut ambil bagian mengirimkan pesertanya,”
Lanjut Dadang misi dari penyelenggaraan kegiatan dengan total hadiah uang pembinaan sebesar 5 juta ini adalah terbangunnya tali silaturahmi antar ibu-ibu dan klub bola voli wanita se-Kota Banjar.
“Kejuaraan ini baru pertama kali kita selenggarakan, tujuannya agar terjalin komunikasi antar peserta dan wahana untuk saling bertukar wawasan antar daerah dengan media olah raga,” tegasnya.
Selain itu hal yang lebih penting dari pelaksanaan kejuaraan ini adalah untuk optimalisasi peran gender dalam pembangunan di Kota Banjar, ”gender memiliki peran yang cukup penting dalam proses pembangunan, dengan cara seperti ini saya berharap peran mereka lebih optimal karena saling bertukar pikiran dalam wawasan,” pungkasnya.
Sementara itu Walikota Banjar dr H Herman Sutrisno MM dalam sambutannya mengungkapkan melalui moment hari kartini ini perempuan gender untuk lebih peka terhadap perubahan dan mengasah diri dalam proses pembangunan.
“Saya berharap gender lebih optimal untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan, karena peran gender cukup besar dalam rangka mensukseskan pembangunan ibarat sebuah pepatah negara kuat jika ibu-ibunya kuat, dan saya berharap hal ini terjadi di Banjar,” tandasnya.(WN)
SAY NO TO DRUGS
Redaksi(bjr) - Pembinaan generasi muda melalui kegiatan penyebarluasan informasi kesehatan tentang seputar NAPZA ( Narkotika, Psikotropika dan Zat adiktif lainya) kembali di lakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Banjar dan Puskesmas Purwaharja di SMKN 2 Banjar pada hari selasa (29/4) lalu.
Dengan melibatkan peserta seluruh siswa dan siswi SMKN 2 Banjar. Kegiatan dimulai pada pukul 09.30 sampai pukul 12.00. membahas seputar pengertian, Penyalahgunaan, faktor-faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan dan cara pencegahan NAPZA.
Dengan narasumber dari Programer Promkesi Dinas dan petugas UKS Puskesmas Purwaharja. Penyampaian Informasi kesehatan tentang NAPZA tersebut dibagi dalam 2 gelombang karena banyaknya peserta yang mencapai 200 orang. Dimana untuk bagian pertama peserta nya adalah para siswa laki-laki dan pada bagian kedua pesertanya adalah siswi perempuan. Pada acara tersebut siswa dan siswi SMKN 2 Banjar cukup antusias menyimak penyampaian seputar NAPZA.
Dan mereka pun cukup proaktif bertanya seputar masih banyaknya peredaran NAPZA, pencegahanya, pengobatan/ rehabilitasi para pencandu NAPZA dan langkah-langkah penyelamatan kaum muda di Kota Banjar terhadap penyalahgunaan NAPZA tersebut.
Dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan para pelajar di SMKN 2 Banjar khususnya dan para pelajar yang ada di Kota Banjar pada umumnya memahami tentang bahanya dari NAPZA dan pada akhirnya juga di harapkan merekapun dapat kembali menyampaikan informasi yang diperoleh kepada rekan-rekanya yang lain dan juga keluarganya. (WN)
ROAD RACE GGI DI PATROMAN
Redaksi(bjr) - Road Race Gudang Garam Internasional di Sirkuit Patroman Kota Banjar diselenggarakan pada hari Sabtu dan Minggu (27/4). Sejumlah pembalap nasional ambil bagian dalam ajang bergengsi ini.
Menurut Ir Soedrajat Ketua IMI Kota Banjar, kejuaran ini memperebutkan trophy Walikota Banjar dr.H.Herman Sutrisno MM. Tokoh otomotif Kota Banjar ini berharap even kali ini bisa membantu mempromosikan Kota Banjar di mata warga daerah lain dan juga diharapkan mampu menjadikan Banjar menjadi salah satu kota yang menjadi tujuan even otomotif di Jabar disamping itu juga bisa dijadikan ajang bagi para pembalap lokal untuk bisa mengasah kemampuan.
“Kegiatan ini diharapkan bisa menjaring bibit-bibit unggul yang nantinya bisa berprestasi,” tuturnya. (GY)
RW SIAGA KOTA BANJAR MENJADI PILOT PROJECT DINKES TJ. PINANG
Redaksi(bjr)
Kota Banjar jadi tempat tujuan studi banding Dinas Kesehatan Kota Tanjung Pinang Kepulauan Riau rombongan dipimpin Kepala Bina Program Dinas Kesehatan Tanjung Pinang Drs Hasanudin. Selama di Banjar rombongan melihat perkembangan kesehatan termasuk pembentukan Desa Siaga.
“Selama ini kami hanya tahu dari internet saja tentang pembentukan desa siaga sehat, kami lihat Kota Banjar cukup berhasil dalam membentuk desa siaga bahkan dari survey kita ke lapangan sampai awal tahun 2008 ini sebanyak 67 persen RW di Kota Banjar telah siaga utama,” ujarnya.
Rombongan ini juga mengunjungi sejumlah desa di empak kecamatan. Mereka melihat perkembangan dan perubahan pola hidup sehat ditengah masyarakat.
“Kami cukup tertarik dengan program penekanan angka kematian ibu hamil dengan program dasolin dan tabulin ( dana sosial untuk bersalin dan tanggungan untuk ibu bersalin ), nampaknya hal ini sudah cukup membudaya di Kota Banjar,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar drg Darmadji Prawirasetia MKes menjelaskan, peluncuran desa hingga RW sehat dilandasi oleh masih tinginya angka kematian ibu dan bayi.
Dikatakan, untuk mewujudkan program ini ada 8 sistem siaga yang merupakan strategi pengembangan dari dusun siaga menjadi RW siaga.
“Langkah-langkah yang kita lakukan diantaranya dengan membentuk tim teknis siaga sehat, dan melakukan pelatihan ketua RW dan yang lebih penting lagi adalah pembentukan struktur organisasi RW siaga-Sehat yang dikuatkan dengan SK dari kepala desa atau lurah,” jelasnya.
Dijelaskan siaga sehat sejak awal dilaunching tahun 2005 menunjukan peningkatan yang cukup signifikan, dari catatan dinkes terungkap tahun 2005 tercatat hanya 1 desa siaga, tahun 2006 11 desa siaga yang mencakup 56 dusun dari 103 dusun yang ada, sedangkan tahun 2007, meningkat menjadi 14 desa, 30 dusun, dan 30 RW siaga utama,” pungkasnya.(GY)